contact-button
Kejujuran dan Etika Dalam Bekerja

Kejujuran dan Etika Dalam Bekerja

Sobat Kiyora, apa sih definisi dari kejujuran dalam berkerja?
Kebanyakan akan berbicara tentang “jangan pernah berbohong”, “junjung tinggi etika”, dan “berintegritas tinggi”.
Tapi pada kenyataannya, kejujuran dalam berkerja itu tidak dapat terdefinisikan karena kita akan dihadapkan pada situasi berbeda.Dalam dunia pekerjaan, kata-kata seperti integritas dan etika bekerja begitu mudah untuk diucapkan, tapi berapa banyak dari Sobat Kiyora yang mengerti akan hal ini? Karena sesungguhnya, integritas adalah sebuah konsep yang lebih luas dari sekedar kejujuran.

Definisi tentang integritas butuh disesuaikan dengan standar baik dan buruk yang diterima semua orang.
Nah, definisi integritas yang ini melibatkan konsistensi, sifat yang dapat diandalkan, dan keadilan.
Begitu juga dengan etika yang juga terhubung dengan hal-hal yang baik dan yang buruk dalam situasi sosial yang saat ini Sobat Kiyora jalani, etika juga melibatkan pengambilan keputusan moral untuk kebaikan semua pihak, bukan hanya diri sendiri.

Memang sulit menjalankan etika kerja kalau tidak diiming-imingi keuntungan pribadi atau saat tempat kita berkerja memiliki etika berkerja yang patut dipertanyakan ya, Sobat Kiyora. Begitu juga saat dihadapkan dengan situasi yang membuat kita bingung harus melakukan apa, seperti saat kamu melihat temanmu mencuri uang dari brankas kantor, menurut Sobat Kiyora, mana yang lebih etis: setia kawan atau setia kantor?

Ketika Etika Berkerja Menjadi Kata-Kata yang Populer

Nah, Sobat Kiyora, salah satu perdebatan yang paling signifikan dalam etika berkerja adalah dalam kondisi apakah seseorang diharuskan untuk berlaku jujur?
Contohnya, kapankah memberikan informasi adalah sebuah ketidak-etisan?
Apakah saat Sobat Kiyora akan memberi tahu teman kerja kalau Sobat Kiyora berniat untuk pindah kerja tahun depan walaupun itu berarti Sobat Kiyora tidak akan mendapatkan promosi yang berhak didapatkan?
Belum lagi ketika etika bekerja menjadi sangat kompleks ketika banyak kultur yang berbeda nilai ikut serta. Terdengar memusingkan ya, Sobat kiyora, tapi yuk kita bahas bersama, biar Sobat Kiyora tahu apa do’s and don’ts di dunia kerja nanti:

Do’s

Kepercayaan: Kejujuran Membangun Kepercayaan

“Kepercayaan bisa diartikan sebagai perilaku optimis yang diperlihatkan oleh seseorang dalam mengambil resiko dalam mengandalkan orang lain untuk mencapai tujuan.”(Rossouw pg. 148)

Sobat Kiyora, selalu ingat ya kalau mempertimbangkan kepentingan orang lain adalah sebuah elemen penting dalam etika perilaku.

Apakah Kejujuran di Tempat Kerja?

Kebanyakan organisasi memiliki sejenis kebijaksanaan atau kode yang mengisyaratkan perilaku yang dapat diterima atau tidak dapat diterima. Nah, perilaku jujur di tempat kerja berarti mematuhi dan tunduk secara konsisten terhadap aturan yang berlaku dan standar etik rasional yang meliputi:

Tidak mengambil uang atau saham perusahaan
Tidak menghabiskan banyak waktu bermain dengan telepon genggam pribadi
Tidak absen terlalu lama dari pekerjaan

Serta standar positif lainnya:

Mengerjakan pekerjaan dengan standar terbaik
Berperilaku profesional terhadap klien dan sesama pekerja (tidak saling membicarakan keburukan di belakang, tidak berkomentar hal yang tidak senonoh, atau mengeluarkan lelucon yang kasar)

Don’ts 

Mengartikan Ketidakjujuran di Tempat Kerja

Apa sih ketidakjujuran di tempat kerja itu, Sobat Kiyora? Ketidakjujuran di tempat kerja itu meliputi pencurian, penipuan, menggunakan properti dan waktu kantor secara berlebihan, terlalu banyak absen dari pekerjaan dengan berbagai alasan. Penelitian menunjukkan bahwa ketidakjujuran di tempat kerja adalah hal yang biasa. Kesulitannya adalah untuk menjelaskan seberapa biasa hal ini. Salah satu alasannya adalah perbedaan pemahaman akan ketidakjujuran yang sering terjadi. Beberapa menyatakan bahwa membawa pulang pensil dari kantor adalah sebuah pencurian, yang lainnya menyatakan bahwa hanya pengambilan barang-barang mahal yang bisa dianggap sebagai ketidak-jujuran di tempat kerja.

Statistika yang Berhubungan Dengan Pencurian oleh Karyawan:

Pencurian oleh karyawan adalah salah satu alasan terbesar mengapa banyak bisnis kecil berakhir di kegagalan
10 – 30% dari semua kebangkrutan adalah karena pencurian oleh karyawan
Kasus pencurian oleh karyawan naik hingga 15% per tahun
Lebih dari 40% karyawan ritel dan pabrik mengaku bahwa mereka pernah melakukan pencurian

Pencurian oleh karyawan lebih banyak terjadi pada industri yang memiliki lebih banyak kesempatan serta dorongan untuk melakukannya, seperti pada karyawan ritel, obat-obatan, dan perbankan.

Faktor yang Mempengaruhi Ketidakjujuran

Dalam debat yang terus berlanjut tentang faktor apa saja yang menyebabkan atau mempengaruhi perilaku tidak jujur, salah satunya adalah bahwa “seseorang” bisa memutuskan untuk menjadi tidak jujur. Dalam kata lain, kepribadian, latar belakang, nilai-nilai yang dipegang, kultur, dan norma perilaku berperan penting dalam menjadikan seseorang jujur atau tidak jujur.

Tapi juga seperti yang selalu dikatakan oleh Karl Marx, “situasi” bertanggung jawab dalam mengubah seseorang. Ini meliputi kondisi berkerja, tipe tata pimpinan, gaji dan tunjangan, kepuasan berkerja, dan pengakuan. Keduanya memegang peranan yang sama pentingnya, atau bisa dibilang kejujuran dan ketidak-jujuran tergantung kepada orang itu sendiri dan situasi yang sedang dialaminya. Bagaimana menurut Sobat Kiyora?